Bantu Korban Kebakaran Pasar Manis Purwokerto, Ganjar Rogoh Kantong Pribadi

By Abdi Satria


nusakini.com-Banyumas – Kebakaran delapan kios sembako yang berada di lantai 2 Pasar Manis Purwokerto, Selasa (9/4), setelah azan subuh, mengundang reaksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Orang nomor satu di provinsi ini pun langsung memberikan bantuan kepada para korban kebakaran, bertepatan dengan penyerahan bantuan gubernur untuk Kabupaten Banyumas. 

Ganjar Pranowo yang tengah melakukan kunjungan kerja di Banyumas mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat laporan dari Bupati Banyumas Ahmad Husain. 

“Tadi lagi kerja luar biasa. Pak Bupati Banyumas mau jemput saya tidak bisa karena ada pasar kebakaran, delapan kios terbakar,” katanya, di Pendapa Kabupaten Banyumas. 

Melihat kondisi lokasi kebakaran, gubernur langsung merogoh kantong pribadi untuk memberi bantuan permodalan darurat kepada tujuh pedagang. Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan akan ada bantuan lain dari dana tanggap darurat bencana. 

“Nah bagaimana kita menyelesaikan? Cepat usulkan pada saya, prosesnya tadi hitungannya hanya dalam jam. Maka surat tadi sudah di Pak Asisten. Insya Allah kalau ini berproses, Jumat sudah cair Rp15 juta,” ujar mantan anggota DPR RI ini. 

Diakui, sistem blocking pasar tersebut terhitung bagus. Sehingga, kebakaran yang menghanguskan delapan kios, tak sampai merembet ke kios lainnya. 

Ganjar menambahkan, selain memberikan bantuan pada tujuh pedagang korban kebakaran, Ganjar juga menyerahkan bantuan Pemprov Jateng untuk Kabupaten Banyumas tahun anggaran 2019 sebesar Rp101 miliar. Bantuan tersebut dibagi dalam berbagai sektor, dari kesehatan, jaminan sosial, infrastruktur sampai pendidikan. 

Untuk kesehatan misalnya, masyarakat Banyumas menerima kucuran sebesar Rp27,75 miliar yang direalisasikan dengan Kartu Indonesia Sehat atau Kartu Jaminan Nasional untuk 100.561 warga. Bantuan lainnya, Rp1,01 miliar untuk Kartu Jateng Sejahtera, 335 warga penerima manfaat, bantuan keuangan untuk Pemkab Banyumas sebesar Rp11 miliar, bantuan untuk 301 desa di Kabupaten Banyumas sebesar Rp39,25 miliar, serta perbaikan 903 rumah tidak layak huni sebanyak Rp9,03 miliar. 

Padahal, pada tahun anggaran 2018 bantuan Pemprov Jateng untuk Kabupaten Banyumas hanya sebesar Rp70,13 miliar. Di antaranya digunakan untuk 285 desa sebanyak Rp37,23 miliar, KJS 335 orang sebanyak Rp1,01 miliar, dan Bantuan Keuangan untuk Pemkab Banyumas sebesar Rp12,39 miliar. 

“Kekuatan gotong royong APBD yang kita miliki bisa kita berikan. Harapannya agar kesejahteraan masyarakat Banyumas semakin meningkat, terlebih Banyumas menjadi penyumbang terbanyak penurunan angka kemiskinan di Jateng. Dan, Jateng menjadi penyumbang terbesar penurunan kemiskinan di Indonesia,” bebernya. 

Sementara itu, Kunarti, pedagang Pasar Manis yang menjadi korban kebakaran mengungkapkan, di kiosnya selain bahan sembako, terdapat enam karung beras dan 20 kilogram minyak sayur yang baru saja dia beli. Kendati begitu, dia berterima kasih atas bantuan yang diberikan gubernur. 

“Kerugian saya sekitar Rp15 sampai Rp20 juta. Kawan yang lain ada yang rugi sekitar Rp25 juta,” tuturnya.(p/ab)